Senin, 09 Mei 2011

BAHASA INDONESIA2

Infrastruktur

Rusak Parah, Jalan Cinere Ditanami Pisang

Data Publikasi
  1. Judul : Rusak Parah, Jalan Cinere Ditanami Pisang
  2. Penulis : LORI K WADRIANTO
  3. Penerbit : Kompas.com
  4. Sumber : Kompas.com
  5. Tanggal Terbit : Selasa, 10 Mei 2011
Ringkasan

CINERE, KOMPAS.com - Ruas Jalan Cinere Raya, Depok, Jawa Barat rusak berlubang pada banyak tempat. Kerusakan terparah terjadi di kawasan sekitar Mal Cinere. Lubang-lubang besar menghambat laju kendaraan yang melintas.

Kondisi itu menyebabkan antrean dan bahkan kemacetan lalu lintas pada pagi dan sore hari. Pemerintah Daerah Depok pun hingga kini seolah bergeming dan tak melakukan tindakan atas kerusakan yang semakin parah tersebut.

Puncaknya pagi ini, Selasa (10/5/2011), warga menutup sebagian badan jalan dengan meletakkan pohon-pohon pisang pada lubang-lubang di badan jalan. Keadaan itu semakin memperparah antrean kendaraan yang hendak ke arah Jakarta. Mobil-mobil harus merayap di sisi jalan, karena lintasan mereka terhalang pohon-pohon itu.

Perbaikan jalan terakhir kali dilakukan beberapa saat menjelang pemilihan wali kota Depok, akhir tahun 2010 silan. Saat itu ruas Jalan Cinere Raya di sekitar Polsek Limo hingga ke persimpangan Jalan Bukit Cinere dibeton. Namun, perbaikan jalan tersebut tidak berlanjut, seiring dengan berakhirnya Pilkada dan terpilihnya kembali Nurmahmudi Ismail sebagai Wali Kota.

Pada 26 Januari 2011 lalu, Nurmahmudi bersama wakilnya Idris Abdul Somad, dilantik sebagai Wali Kota Depok. Sejak itu pula, perbaikan jalan di kawasan Cinere yang semula sempat dilakukan, bahkan diwarnai dengan berbagai spanduk promosi dari pemkot, menjadi terhenti.

Kini warga Cinere terpaksa harus membiasakan diri untuk menghadapi kemacetan lalu lintas, terutama pada pagi dan sore hingga malam hari, akibat kondisi jalan yang memprihatinkan.

Kelebihan
Kelebihan pada artikel yang berjudul "Rusak Parah, Jalan Cinere Ditanami Pisang" berikut adalah secara tidak langsung penulis membahas tentang kepala daerah setempat yang hanya memperhatiakan masyarakatnya pada saat mereka membutuhkan banyak simpati warga untuk jabatan pribadinya dan itu dapat menjadi teguran atau pelajaran bagi para wakil rakyat. Sesungguhnya masyarakat tidak mengharapkan janji melainkan bukti nyata untuk kenyamanan bersama.
Disamping itu kerusakan jalan yang diangkat pada artikel ini sangat menggangu kenyamanan masyarakat dan tidak jarang menyebabkan kelumpuhan di badan jalan
tersebut. Setidaknya dalam artikel dapat menjadi sebuah teguran bagi para calon atau wakil rakyat agar lebih serius memperhatikan infrastuktur masyarakat.

Kekurangan
Kekurangan pada artikel tersebut adalah tidak adanya penjelasan secara detail tentang akibat kerusakan badan jalan di daerah tersebut, seharusnya penulis menjelaskan dalam artikel tersebut penyebab yang di timbulkan akibat kerusakan jalan tersebut.

Pendapat dan Saran
Saya pribadi menyukai isi artikel tersebut karena memang selama ini yang kita tau banyak para calon atau yang telah menjadi wakil rakyat lupa akan kesejahteraan rakyatnya, salah satunya infrastruktur tersebut. Dan saran saya agar penulis lebih menjelaskan lebih detail tentang penyebab kerusakan-kerusak tersebut serta memberikan sedikit saran agar infrastruktur berjalan sesuai dengan baik.

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/05/10/08562294/Rusak.Parah.Jalan.Cinere.Ditanami.Pisang

Jumat, 06 Mei 2011

lagu ini berharga buat gw, buat orang yang pernah berharga juga didalam hidup gw dan seandainya dy tau smua gw nyesel ngelepas orang yang terbaik dalam hidup gw. selamanya kyanya akan sayang banget sama dia.

DARI HATI - CLUB80'S

andai engkau tahu
bila menjadi aku
sejuta rasa di hati

lama tlah ku pendam
tapi akan kucoba mengatakan

reff: ku ingin kau menjadi milikku
entah bagaimana caranya
lihatlah mataku untuk memintamu

ku ingin jalani bersamamu
coba dengan sepenuh hati
kuingin jujur apa adanya dari hati

kini yg kau tahu
aku menginginkanmu tapi takkan ku paksakan
dan ku pastikan
kau belahan hati bila milikku

menarilah bersamaku dengan bintang-bintang
sambutlah diriku untuk memelukmu

Kamis, 05 Mei 2011

ANDAI DIA TAU

bilakah dia tahu apa yang tlah terjadi
semenjak hari itu hati ini miliknya
mungkinkah dia jatuh hati seperti apa yang ku rasa
mungkinkah dia jatuh cinta seperti apa yang ku damba
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
bilakah dia mengerti apa yang tlah terjadi
hasratku tak tertahan tuk dapatkan dirinya
mungkinkah dia jatuh hati seperti apa yang ku rasa
mungkinkah dia jatuh cinta seperti apa yang ku damba
oh Tuhan yakinkan dia tuk jatuh cinta hanya untukku
andai dia tahu

mungkinkah mungkinkah seperti apa yang ku rasa
mungkinkah mungkinkah seperti apa yang ku damba

bilakah dia mengerti apa yang tlah terjadi
hasratku tak tertahan tuk dapatkan dirinya
mungkinkah dia jatuh hati seperti apa yang ku rasa
mungkinkah dia jatuh cinta seperti apa yang ku damba
oh Tuhan yakinkan dia tuk jatuh cinta hanya untukku
Tuhan yakinkan dia tuk jatuh cinta hanya untukku
Tuhan yakinkan dia tuk jatuh cinta hanya untukku
andai dia tahu, andai dia tahu

Selasa, 03 Mei 2011

Minggu, 24 April 2011

Senin, 11 April 2011

KERANGKA PENULISAN ILMIAH

BAB 1
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
BAB 2
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kerangka Multimedia
2.2.1 Teks
2.2.2 Gambar
2.2.3 Suara
2.2.4 Animasi
2.2.5 Video
2.2 Pengenalan Macromedia Flash Professional 8
2.3 Membuka dan Menjalankan Macromedia Flash Professional 8
2.4 Pengenalan Tool – Tool
2.5 Stuktur Program
2.5.1 Linier
2.5.2 Hirarki
2.5.3 Non Linier
BAB 3
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4
4. KESIMPULAN DAN PENUTUP

Rabu, 01 Desember 2010

MERAPI

Gunung Merapi meletus pukul 17.23 WIB. Seluruh penduduk telah diungsikan ke tempat yang aman. Namun, juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan dikabarkan tidak turut dalam evakuasi. Ia masih bertahan di masjid Kinahrejo, Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

"Mbah Maridjan diduga terjebak di Masjid Kinahrejo, yang terletak di samping rumahnya," kata Agus, asisten Mbah Maridjan saat dihubungi VIVAnews pukul 20.30 WIB, Selasa 26 Oktober 2010.

Diceritakan Agus, saat sirine berbunyi tanda gunung meletus, ia dan keluarga Mbah Mardijan dan beberapa orang yang terakhir bertahan di rumah juru kunci tersebut memutuskan turun dengan mengendarai dua mobil sampai ke tempat aman.

Sampai di tempat evakuasi, dua orang yakni Tutur dari PMI Bantul, Yogyakarta dan Yuniawan Nugroho (Wawan), wartawan VIVAnews.com berinisiatif untuk menjemput paksa Mbah Maridjan yang masih berdoa di masjid.

"Mereka berdua naik mobil ke atas menjemput Mbah Maridjan. Namun, saat ini kami kehilangan kontak dengan mereka. Kami duga mereka terjebak, karena awan panas sudah sampai ke kediaman Mbah Maridjan," katanya.

• VIVAnews
Mbah Maridjan Diduga Terjebak di Merapi.http://www.lintasberita.com/go/1418298